Selasa, 03 Desember 2013 |

isi hati

“Aku hanya ingin menjadi sosok yang sederhana. Sederhana dimata oranglain namun istimewa dimatamu.” Ya kata-kata ini aku tujukan untuk seseorang yang kelak menjadi imamku. Jika saat ini disekitarku tak henti-hentinya membicarakan tentang pernikahan maka aku ingin mengalihkan focus agar tidak terpengaruh, aku ingin focus dengan Al-qur’anku, orangtuaku, karya tulisanku dan kemampuan bahasa Arabku. Namun tetap focus yang harus menjadi prioritas tertinggi adalah kepada Rabbku.

Memohon kekuatan supaya bisa lebih mengendalikan perasaan yang sering kalut dan mata yang masih sering jelalatan. Ya terkadang hati masih saja bertanya siapa yang kelak akan menjadi imamku atau mungkin mengharap seseorang yang menjadi idaman padahal sungguh aku nggak mau lagi kecewa dengan khayalan atau pengharapan ini. “Rabb tolong aku, kumohon jagalah hati ini agar tidak sembarang suka”. Lalu apa kabar mata? Yang ketika melihat yang istimewa tak mampu untuk mengalihkan pandangan, lagi lagi “kumohon ya Allah jaga pula mata ini” Aku tak mau uterus-terusan memandangi dia yang haram atau yang memiliki sedikit keindahan.


04 Desember 2013 pukul 11.20
Senin, 04 November 2013 |

Malam Tahun Baru

Alhamdulillah sekarang telah sampai di hari pertama tahun baru Hijriah 1435 H, (karena tahun baru Islam ini dihitungnya sejak masuk shalat magrib).
Alhamdulillah di malam ini kebersamaan kami (santri STQ akhwat) semakin terasa erat dengan adanya acara khataman Al-Qur'an 30juz yang dilanjutkan dengan do'a bersama dan diakhiri dengan makan bareng.
dan yang kulakukan dalam acara malam ini adalah menatap wajah teman-teman satu persatu, aku melihat wajah-wajah syurga disini, wajah-wajah yang penuh keteduhan & ketenangan. Aku selalu terkagum-kagum dengan mereka. Subhanallah rasanya amat beruntung Allah menempatkanku disini.
Malam ini adalah malam yang berlimpah berkah, disamping syukuran tahun baru kami pun adakan do'a bersama untuk teman-teman yang milad. Alhamdulillah berbagai jenis makananpun tersedia malam ini ada nasi merah, mie goreng, kriuk-kriuk gorengan, susu jahe, dan seblak yang disiapkan oleh teh Rasi dan kawan-kawan. Kebersamaan dan keindahan malam ini semoga menjadi awal yang baik di hari yang istimewa ini.
Yang lebih istimewa tentunya adalah harapan-harapan kami di malam ini, terutama diriku. Aku berharap Allah swt mengampuni dosa-dosaku di tahun lalu. Aku berharap tahun ini 1435H aku bisa lebih fokus dengan Qur'an bisa setoran 2 halaman atau lebih dengan lancar sehingga aku bisa khatam tahun ini, membersihkan hati dan pikiranku dengan senantiasa menilai orang lain baik dan tak ada lagi prasangka buruk, aku ingin benar-benar mencintai mereka karena-Mu Ya Rabb. Semoga Allah senantiasa membimbing dan menaungi kami dengan Al-Qur'an. Aamiin...
:-)
Sabtu, 05 Oktober 2013 |

Kisah Hidupnya

Ini adalah sebuah kisah nyata yang aku dengar langsung dari orang yang merasakan dan mengalami, bahwasanya episode kehidupan ini tak selalu mudah dan menyenangkan.

Inisial namanya adalah N F baru sebulan yang lalu aku mengenalnya, tepatnya sejak asramaku kedatangan para santri baru dan dia adalah teman sekamarku. Pertama melihatnya dia seperti orang yang lebih dewasa dariku namun nyatanya dia dua tahun lebih muda. Tak pernah terlihat wajah kesedihan, hanya saja yang pernah kulihat wajah cape, kesal dan bingung ketika memang dia harus menjalankan tuntutan-tuntutan ospek dikampusnya. Terkadang kamar kamipun jadi ramai karenanya, misalnya ketika barang-barangnya tergeletak begitu saja tidak pada tempatnya hingga ketua kamarpun memarahinya, atau saat dia pusing harus memakai baju/tas mana untuk ke kampus karena baju dan barang-barang lainnya sebagian masih belum sesuai dengan aturan santri. Misalnya saat bajunya kependekan atau terlalu ketat hingga bentuk tubuhnya terlihat maka sontak kami para seniornya yang saat itu ada dikamar langsung menyarankan dia untuk ganti baju. Dia yang tak ada lagi bajupun kebingungan dan malah sampai mau nangis karena waktu kuliahnya sudah sebentar lagi hingga akhirnya salahsatu dari senior meminjamkan baju padanya.

Lalu selesainya kejadian riweuh karena tak ada bajub itu dan setelah N F berangkat kuliah barulah kami diberitahu oleh yang meminjamkan baju padanya bahwa ibunya telah tiada sejak dia kecil. Kemudian sekitar tiga hari yang lalu saat aku sedang menyetrika dan dia sedang membereskan lemari meminta pendapat padaku "teh N F lebih baik beli Tab atau beli laptop, coz ayah katanya mau beliin NF tab?" maka akupun menyarankan padanya untuk membeli laptop saja karena HPnya pun menurutku sudah mewakili seperti halnya sebuah tab (kebetulan HPnya Samsung) kalau laptop kan bisa membantunya menyelesaikan tugas-tugas kuliah. "O iya deh kalau gitu mau tuker tambah laptop yang sudah ada saja"sambungnya. Setelah itu aku bertanya tentang pekerjaan ayahnya, hingga panjanglah kisah yang ia ceritkan.

Dia dilahirkan dinegara Arab Saudi saat kedua orangtuanya bekerja disana, kemudian saat ia berusia 3 tahun ia pulang ke Indonesia untuk dibesarkan disini lalu saat usianya 5 tahun ibunyapun pulang ke tanah air karena sakit parah hingga akhirnya ibunya meninggal. Dan dia yang masih kecil tidak tahu apa-apa pun hanya bisa menangis ungkapnya ketika sang ibu tiada. Kala itu diapun amat sedih karena saat ibunya meninggal hingga beberapa tahun setelahnya ayahnya tak kunjung pulang, maka karena itulah dia merasa benci pada ayahnya bahkan mungkin sampai sekarang.

Kisah sedihnya masih berlanjut saat sang ayah menikah lagi dengan wanita yang dua puluh tahun lebih muda, namun ia tak menyukainya begitupun ibu tirinya tidak bisa bersahabat dengannya, sampai pernah suatu hari dia mau dibunuh oleh ibu tirinya tersebut, karena ibunya merasa dia telah mencuri perhatian sang ayah maka setelah itupun dia diungsikan ke rumah bibinya di Sukabumi. Dia ungkapkan bahwa ibu tirinya selalu menghasut sang ayah dengan mengatakan hal-hal yang buruk tentang dirinya, bahkan saat sekarang sang ayah dan ibu tirinya tinggal di Arab pun ibunya suka melarang sang ayah untuk menghubunginya.

Dari sana aku mencoba memahami bahwa sebenarnya sang ayah sangat menyayanginya karena meskipun beliau jauh sang ayah selalu saja berusaha agar setiap hari bisa menghubunginya, serta segala  apa yang diinginkan anaknyapun semua diberikan hanya saja sebuah kebersamaan yang sepertinya tak ada. :'(

Menginjak usia SMA dia-pun dimasukkan ke pondok Dar El-Qalam yang ada di Tanggerang mungkin supaya dia bisa menjadi orang yang lebih baik dan bisa belajar mandiri karena tidak lagi tinggal dengan paman dan bibinya. Hingga akhirnya sekarang dia telah resmi menjadi mahasiswa Universitas Pasundan dan juga santi tahfidz Daarut Tauhiid. Semoga disinilah di Daarut Tauhiid menjadi tempat terbaiknya, tempat untuk benar-benar mengenal Tuhannya, tempat mengenal saudara-saudara perindu syurga, dan tempatnya membina diri agar menjadi ahlul qur'an. Aku yakin disini dia akan menjadi kuat karena kamipun belajar tentang ilmu hati bgaimana untuk tegar, disiplin, juga peduli.

Sungguh dari kisah hidupnya itu aku mendapatkan pelajaran dan hikmah yang luar biasa betapa diri ini  harus benar-benar bersyukur karena ayah ibuku juga keluragaku semuanya lengkap dan akupun beruntung karena memiliki keluarga yang benar-benar saling menyayangi. Dan jika aku diposisinya aku tak pernah tahu apakah aku akan setegar dia. Allah memang luar biasa, setiap takdirnya pasti baik itulah yang aku ungkapkan padanya, sedikit-sedikit aku mencoba untuk menjadi kakaknya yang paham akan keadaannya juga bisa membantu atau menasehati ketika dia membutuhkan bantuan. Semoga Allah senantiasa membimbingku agar bisa menunjukinya jalan yang benar. Aamiin... Besar harapanku agar keadaan keluarganya (hubungan ia dan ayahnya juga ibu tirinya bisa baik) semoga saja.
Sabtu, 21 September 2013 |

Episode Kehidupan 1

Hari ini aku tertampar bahagia, bagaimana tidak orang yang dulu pertama kali aku kenal dalam tes seleksi santri DT akan mengkhatamkan hafalannya 30juz. Subhanallah genaplah dalam setahun dia bisa menghafal Al-Qur'an, dan luar biasanya dia menghafal sambil kuliah bahkan bisa mendapat IPK 4 pula. Malu... sungguh malu jika melihat pada diri sendiri, yang belum bisa se-semangat dan se-istiqomah beliau. Ketika seorang bertanya padanya apa sih amalan unggulan yg dilakukan hingga beliau bisa menghafal dengan cepat. Dan jawabannya sungguh membuat hati ini makin remuk dan malu, yaitu dia bilang tiada hari tanpa menelepon orangtua. Astagfirullah.... sementara diriku sungguh jarang menghubungi mereka, malahan seringnya nunggu pengen ditelepon.

Ini adalah kisah malam ini setelah aku tau bahwa sang teman besok akan khatam maka aku pun memberi tahu teman-teman di kamar dan dilanati kudapati kertas biodata santri yang sekamar denganku. dan disana aku terfokus pada anak ke... dari saudara ... maka aku bertanya pada kakak yang di kamar wah dia 7 bersaudara padahal anak pertamanya seumuran denganku dan subhanalloh nya sudah khatam pula, sekarang adik yang kelahiran 95 sekamar denganku. dan wataknya juga sama-sama pendiam. Lalu kakak itu menerangkan kehidupan keluarga dan pekerjaan orangtua mereka. Semuanya sungguh mengagungkan karena ternyata orangtuanya lebih memilih anak-anaknya menghafal al-qur'an daripada kuliah.


bersambung
Kamis, 12 September 2013 |

40.000

Maksud 40.000 disini bukanlah bilangan uang, tapi ini tentang ilmu yang harus dimiliki untuk menjadi seorang ulama yaitu harus hafal minimal 40.000 hadits.Subhanallah.... Karena walau bagaimanapun ulama adalah penerus para nabi, jadi sudah sewajarnya untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Jadi ingat pengalaman semester lalu saat aku dapat tugas untuk menghafal 40 hadist Arbain, Masya Allah aku cukup kelimpungan sampai harus gagal diangka 17. Ya hanya 17 hadist yang berhasil aku hafal, hingga akhirnya akupun harus merasakan perjuangan berliku untuk bisa mendapatkan nilai C. Alhamdulillah setidaknya dengan mengulang (remidi) aku benar-benar dituntut untuk hafal lancar semua. Subhanalloh, jadi gak kebayang kalau harus hafal 40.000 hadist berarti sekitar 10tahun'an waktu yang aku butuhkan untuk menguasai semuanya, tapi itu hanya perkiraan saja sih.hhe....

Nah berkaitan dengan 40.000 hadist ini akupun teringat akan cita-cita seorang teman yang katanya ingin jadi ulama wanita, penulis, dan hafidzah.Subhanalloh luarbiasa bukan, semoga saja temanku itu bisa mencapai apa yang ia cita-citakan, dan semoga aku, juga anda yang membaca tulisan ini bisa demikian. Aamiin

Semoga di zaman pun ini tak henti-hentinya untuk melahirkan ulama-ulama para penerus risalah Rasulullah. Tak ada yang tak mungkin, jika Abu Hurairah saja yang manusia biasa seperti kita hafal 200.000 kenapa kita tidak? Rabb.... bimbinglah kami!!!


Rabu, 11 September 2013 |

Do'akan saja!

Genap setahun sudah aku tinggal di pesantren Daarut Tauhiid, banyak ilmu dan orang-orang luar biasa yang aku temui disini, dan semua pengalaman yang aku dapat disini tak bisa terungkap dengan kata-kata. Yang pastinya alhamdulillah bisa merasakan kedekatan yang lebih dengan Yang Maha Kuasa.

Dalam pos ini saya tidak akan menceritakan mengenai bagaimana pengalaman saya selama di DT namun saya ingin berbagi mengenai nasihat yang saya dapat dari Abi Suhud (ustadku).
Ustad selalu bilang jika ada hal yang kita suka ataupun tidak kita sukai dari orang-orang disekeliling kita maka DO'AKAN saja!

Ya tips ini sepertinya cukup ampuh juga untuk diriku karena alhamdulillah dengan melakukan hal ini aku pun semakin merasa dekan dengan Allah subhana wata'ala. bagaimana tidak karena setiap apapun berarti kita langsung ingat Allah, misalnya melihat teman yang kita tidak suka maka langsung aja mohon ke Allah agar mau memperbaiki kekurangan teman kita juga mau meikhlaskan hati kita untuk tidak menuntut lebih padanya, dengan maksud tidak mengharap dia sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Murabi ku pun pernah bilang bahwa jika kita tidak sudah pada sikap seseorang maka bukan berarti kita harus membenci dirinya, cukup benci kelakuannya saja.

Mungkin pembaca (teman-teman) bisa mencoba hal ini. Misalnya tidak suka ke guru/dosen, teman atau siapapun maka do'akan! tapi yang harus jadi catatan disini do'a yang kita lantunkan haruslah do'a yang positif, bukan misalnya malah mendo'akan agar orang yang kita itu jadi sakit, celaka, atau lainnya, karena setiap do'apun yang kita panjatkan insyallah akan kembali pula pada orang yang mendo'akan. Yakinilah hal ini!!! ^_^

Semangat menjadi pendo'a sejati, yang hatinya senantiasa terpaut kepada Allah.
Senin, 09 September 2013 |

Berani Hidup? Berani Berjuang, Berani Berkorban

"Hidup adalah perjuangan, perjuangan butuh pengorbanan. Berani hidup, harus berani berjuang berani berkorban" inilah kalimat yang baru saja disampaikan oleh mudarisahku (pendamping kamar) di asrama.
Alhamdulillah merupakan suatu karunia bisa mendapatkan pendamping yang luar biasa yang tak henti memotivasi kami (para santri) untuk senantiasa bersemangat mengejar cita-cita dunia dan cita-cita akhirat.

Sudah hampir seminggu kami (santri tahfidz DT) tinggal di asrama baru yaitu asrama Darunnajah. Kalau kata mudarisah mah rumah/asrama inilah yang insyallah nanti akan menjadi saksi kami di akhirat dimana setiap sudut ruangannya tak henti-henti dilantunkan ayat-ayat al-qur'an. Lalu apa kaitannya judul di atas dengan asrama baru???...
Entah mengapa setelah kepindahan ini dan aku pun harus memegang amanah baru sebagai Rais'ah (ketua asrama) membuat aku menggali-gali dan mencari hakikat perjuangan. Karena setelah Allah berikan amanah ini aku seperti harus ekstra-ekstra berjuangan keras untuk bisa memaksimalkan semuanya, apakah itu amanah sebagai mahasiswa, sebagai penghafal al-qur'an juga sebagai rais'ah. Apalagi amanahku sebagai mahasiswapun tak hanya sekedar kuliah tapi juga memegang dua amanah di Tutorial dan BEM jurusan yang kedua tak bisa aku tinggalkan begitu saja. Terlebih hari ini Allah kembali menegurku berkenaan dengan kuliah bagaimana aku masih belum hafal mufrodat (kata-kata bahasa Arab), juga belum menguasai materi-materi yg urgen seperti nahwu&sharaf.
Dan semua hal ku alami dikehidupanku saat ini membuatku tak henti-hentinya untuk senantiasa memohon bimbingan dari Allah. karena walau bagaimanapun aku hanyalah hamba yang lemah dan tak bisa kulewati semua ini kecuali dengan bimbingan dan pertolongan-Nya.

Berharap terus beharap untuk bisa senantiasa memperbaiki diri, bersungguh-sungguh dalam kuliah dan menghafal, juga bisa fokus pada apa yang aku lakukan, hingga suatu hari nanti aku bisa menggapai semua yang aku cita-citakan. Aamiin....